Festival, Acara

Setiap musim dari keempat musim di Jepang memiliki festival atau “matsuri” dan acara-acaranya sendiri yang penuh warna. Anda belum memahami Jepang yang sebenarnya jika belum mengalami sendiri sebuah festival.

Ikutlah ke dalam “kemeriahan” yang luar biasa di “matsuri” atau festival Jepang! Anda akan menjadi bagian dari “kemeriahan tersebut” sebelum Anda menyadarinya!

Festival, Acara


festival

Menyentuh jiwa, anggun, elok… setiap sudut dan celah di Jepang merayakan festival dan acaranya sendiri untuk menyambut pergantian empat musim. Disebut “matsuri,” festival ini dapat ditemukan hampir setiap hari di suatu tempat di Jepang. Banyak festival berasal dari agama Shinto dan Buddha, sedangkan acara lainnya, seperti festival salju dan pertunjukan kembang api, digelar dengan indah untuk masyarakat lokal serta pengunjung.

festival

Sejak dahulu kala, masyarakat Jepang telah menemukan kekuatan sakral dan spiritual yang berpusat pada banyak aspek alam, dan memujanya sebagai “kami,” atau dewa. Ini dipercaya menjadi asal muasal Shinto. “Matsuri” yang berdasarkan Shinto dirayakan untuk memuja dan berkomunikasi dengan “kami,” berdo’a untuk panen yang melimpah, kemakmuran usaha, dan juga masyarakat yang bahagia dan makmur, serta kualitas bagi para penduduknya.

Daftar Festival

1 Januari

Tahun Baru. Mulai dari tanggal 1 hingga tanggal 3, hampir semua perusahaan, pabrik dan bisnis ditutup. Keluarga-keluarga merayakan Tahun Baru dengan menikmati hidangan-hidangan istimewa, mengenakan kimono atau pakaian terbaik mereka, dan mengunjungi kuil-kuil Shinto maupun Buddha berdo’a untuk kesehatan dan kebahagiaan mereka di tahun ini.

6 Januari

Dezomeshiki atau Pawai Tahun Baru Pemadam Kebakaran, Tokyo dengan atraksi akrobat di tangga yang tinggi.Dezomeshiki atau Pawai Tahun Baru Pemadam Kebakaran, Tokyo dengan atraksi akrobat di tangga yang tinggi.

Pertengahan Januari (selama 15 hari)

Turnamen Sumo Pertama, Tokyo

Sehari sebelum Seijin no Hi (Hari Kedewasaan)

Upacara Membakar Rumput di Gunung Wakakusayama, Nara.

Awal Pebruari selama 7 hari

Festival Salju di Sapporo, Hokkaido. Festival salju paling populer di Jepang dengan banyak patung-patung salju dan es raksasa yang rumit.

Awal atau Pertengahan Pebruari

Festival Salju di Asahikawa, Abashiri dan kota-kota lainnya di Hokkaido.

3 atau 4 Pebruari

Setsubun atau Festival Melempar Kacang. Terlihat di kuil-kuil terkemuka di seluruh negeri.

3 atau 4 Pebruari

Festival Lentera di Kuil Kasuga, Nara

16 – 17 Pebruari

Festival Bonden di Yokote, Akita. Lusinan Bonten, simbol Dewa Kreatifitas dibawa oleh pemuda-pemuda.

15 – 16 Pebruari

Kamakura Matsuri di Yokote, Akita. Rumah-rumah salju yang dipersembahkan bagi Dewa Air dibangun. Hari Sabtu ke-3 di Bulan Pebruari Eyo atau Hadaka Matsuri (Festival Telanjang) di Kuil Saidaiji, Okayama

1 – 14 Maret

Festival Omizutori atau Mengambil Air di Kuil Todaiji, Nara. Sebuah ritual khidmat yang digelar dalam kerlipan cahaya obor kayu pinus. Festival ini mencapai puncaknya pada malam tanggal 12 Mei.

3 Maret

Hina Matsuri atau Festival Boneka yang diadakan di seluruh Jepang. Festival untuk anak perempuan ini dirayakan di rumah dengan menghias dan memajang boneka miniatur.

15 Maret

Otaue Matsuri (Festival) yang diadakan di Kuil Shinto Kasuga, di Nara dengan menampilkan tarian klasik yang berumur 1,000 tahun.

1 – 30 April

Miyako Odori atau Tari Bunga Sakura, Kyoto. Tarian Jepang yang dibawakan oleh “Maiko,” gadis yang masih belajar di dunia hiburan.

8 April

Hana Matsuri atau Festival Bunga di semua kuil Buddha untuk memperingati hari kelahiran Buddha.

14 – 15 Apri

Takayama Matsuri di Kuil Shinto Hie di Takayama berupa arak-arakan mikoshi yang indah.

16 – 17 April

Yayoi Matsuri di Kuil Shinto Futarasan, Nikko, yang menampilkan arak-arakan mikoshi yang dihias.

3 – 4 Mei

Hakata Dontaku di Fukuoka yang menampilkan arak-arakan dewa-dewa legendaris dengan menunggang kuda.

3 – 5 Mei

Lomba Layang-layang, di Hamamatsu. Peserta lomba menaikkan layang-layang besar untuk mencoba memutuskan tali layang-layang lawannya.

5 Mei

Hari Anak-anak diadakan di seluruh Jepang. Terkenal dengan koinobori (bendera berbentuk ikan koi) yang berwarna-warni berkibar di angin musim semi.

11 Mei

Memancing dengan Burung Pecuk di Sungai Nagara, Gifu (Hingga 15 Oktober)

15 Mei

Aoi Matsuri atau Festival Bunga Hollyhock di Kyoto yang menampilkan pawai yang sangat indah.

Pertengahan Mei

Kanda Matsuri di Kuil Shinto Kanda Myojin di Tokyo (diadakan setiap tahun ganjil). Pada festival ini lusinan mikoshi diarak-arak.

17 – 18 Mei

Festival Raya di Kuil Shinto Toshogu di Nikko. Menonjolkan sebuah prosesi yang spektakuler dengan lebih dari 1,000 orang yang mengenakan baju perang.

Hari Minggu Ke-3 di Bulan Mei

Mifune Matsuri di sungai Oi, Kyoto yang menampilkan pawai perahu-perahu kuno.

Hari Minggu Ke-3, dan hari Jum’at dan Sabtu sebelumnya di Bulan Mei

Sanja Matsuri di Kuil Shinto Asakusa, menampilkan pawai 3 mikoshi besar dan lebih dari 100 mikoshi kecil.

Pertengahan Juni

Sanno Matsuri di Kuil Hie, Tokyo yang menampilkan arak-arakan mikoshi melewati jalan-jalan yang sibuk di Kawasan Akasaka. Festival ini diadakan setiap dua tahun sekali.

Hari Sabtu ke-2 di Bulan Juni

Chagu-chagu Umakko atau Festival Kuda di Morioka berupa pawai kuda-kuda yang dihias penuh warna.

7 Juli

Tanabata atau Festival Bintang yang diadakan di seluruh Jepang.

13 – 15 Juli (atau Agustus di banyak daerah)

Festival Bon diadakan di seluruh Jepang. Ritual keagamaan diadakan untuk mengenang mereka yang telah meninggal. Tarian rakyat Bon odori dipersembahkan untuk menyenangkan arwah-arwah mereka.

14 Juli

Himatsuri atau Festival Api di Kuil Nachi di Nachi-Katsuura menampilkan para pendeta berjubah putih yang membawa 12 obor raksasa.

1 – 15 Juli

Hakata Gion Yamagasa di Fukuoka yang mencapai puncaknya pada tanggal 15 dengan arak-arakan mikoshi raksasa.

1 – 31 Juli

Gion Matsuri, festival terbesar di Kyoto yang sudah diadakan sejak abad ke-9. Mikoshi tradisional yang dihias dengan indah diarak di sepanjang jalan-jalan utama.

Hari Sabtu terakhir di Bulan Juli

Pertunjukan Kembang Api Megah di atas Sungai Sumida di Tokyo.

Bulan Juli atau Agustus

Festival Musik Kangensai di Kuil Itsukushima, Hiroshima yang menampilkan musik dan tarian istana.

24 – 25 Juli

Tenjin Matsuri di Kuil Temmangu, Osaka yang menampilkan pawai perahu-perahu yang membawa mikoshi di Sungai Okawa.

1 – 7 Agustus

Nebuta Matsuri di Aomori (2 – 7 Agustus) dan Neputa Matsuri di Hirosaki (1 – 7 Agustus) dengan pawai boneka raksasa dari bubur kertas yang menyala dan dipasang di atas kendaraan hias.

3 – 6 Agustus

Kanto Matsuri Festival di Akita, menampilkan pawai pemuda-pemuda yang menyeimbangkan tiang bambu yang panjang yang digantungi dengan lentera-lentera yang menyala.

5 – 7 Agustus

Hanagasa Matsuri di Yamagata berupa pawai tarian yang dilakukan oleh sekitar 10,000 penduduk kota yang mengenakan topi jerami tradisional dengan bunga-bunga tiruan yang berwarna-warni.

12 – 15 Agustus

Festival Tarian Rakyat Awa Odori di Tokushima. Seluruh kota bergema dengan nyanyian dan tarian siang dan malam.

16 Agustus

Penyalaan Api Unggun Daimonji diadakan di perbukitan yang menghadap Kyoto.

16 September

Yabusame atau memanah sambil menunggang kuda bertempat di Kuil Tsurugaoka Hachimangu, Kamakura.

7 – 9 Oktober

Festival Kunchi di Kuil Suwa, Nagasaki yang menampilkan tari naga yang berasal dari Cina.

9 – 10 Oktober

Takayama Matsuri di Kuil Hachimangu yang populer dengan pawai mikoshi yang penuh warna.

Pertengahan Oktober

Festival Kota Nagoya dengan pawai figur-figur penguasa feodal di sepanjang jalan-jalan kota.

14 – 15 Oktober

Kenka Matsuri atau Festival “Berkelahi” di Kuil Matsubara, Himeji yang mencapai puncaknya pada tanggal 15 Oktober.

Pertengahan Oktober – Pertengahan Nopember

Pameran Krisan di Kuil Shinto Meiji dan Kuil Buddha Asakusa Kannon di Tokyo.

17 Oktober

Festival Musim Gugur di Kuil Toshogu, Nikko berupa pawai mikoshi dengan pengiring berbaju perang.

22 Oktober

Jidai Matsuri atau Festival Zaman-zaman di Kuil Heian, Kyoto. Merupakan salah satu dari 3 festival terbesar di Kyoto.

22 Oktober

Festival Api di Kuil Yuki, Kurama, Kyoto. Menampilkan barisan-barisan panjang obor yang ditanam di sepanjang jalan menuju kuil.

2 – 4 Nopember

Okunchi di Kuil Karatsu, Saga. Terkenal dengan pawai mikoshi yang penuh warna.

3 Nopember

Daimyo Gyoretsu di Hakone. Tiruan dari prosesi penguasa feodal yang mirip dengan aslinya.

Pertengahan Nopember

Tori no ichi atau Pekan Penggaruk Bambu di Kuil Otori, Wilayah Kanto.

Pertengahan Nopember (selama 15 hari)

Turnamen Sumo ke-6, Fukuoka

15 Nopember

Shichi-go-san (7 – 5 – 3) adalah hari kunjungan ke kuil bagi anak-anak berusia 3, 5, dan 7 tahun untuk mensyukuri kesehatan yang sudah diberikan kepada mereka oleh dewa-dewa pelindung.

15 – 18 Desember

On-matsuri di Kuil Kasuga, Nara. Menampilkan pawai kostum.

17 – 19 Desember

Hagoita-ichi (pekan raya penggilas adonan) di Kuil Asakusa Kannon, Tokyo

31 Desember

Okera Mairi di Kuil Yasaka, Kyoto. Upacara api yang sakral.

31 Desember

Namahage di Semenanjung Oga, Prefektur Akita. Laki-laki menyamar sebagai setan dan mendatangi rumah-rumah bersama anak-anak.

Catatan: Semua informasi berdasarkan data per Oktober 2012 dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

  • Nebuta Matsuri Di festival ini terdapat iring-iringan kendaraan hias berbentuk lentera raksasa yang dicat dengan indah di sepanjang jalan. Lentera-lentara tersebut menggambarkan prajurit kuno Jepang.
  • Awa Odori Festival tari rakyat terkenal yang diadakan di Tokushima, Pulau Shikoku.
  • Gion Matsuri Festival ini menandakan tibanya musim panas di Kyoto. Puncak dari festival ini adalah iring-iringan kendaraan hias dengan roda yang besar.
  • Sanja Matsuri Festival yang mewakili festival-festival di Tokyo ini menampilkan pawai “mikoshi” atau tiruan kuil Shinto yang dapat diangkut.