Teknologi Tinggi

Teknologi Jepang yang canggih

Bayangkan saja, apa yang akan dihasilkan dari penggabungan, teknologi tinggi, budaya, dan seni. Tentunya, harapan kita akan setinggi langit. Harapan akan lahirnya sesuatu yang menarik.

Teknologi Tinggi


technology

Barang-barang elektronik, TI, teknologi hemat-energi/ramah lingkungan, ilmu hayati, dan lain sebagainya. Abad yang baru diharapkan menjadi abad di mana banyak teknologi terdepan berkembang pesat. Jepang memimpin dunia dalam banyak bidang teknologi inti seperti itu dengan adanya pencapaian penelitian dan pengembangannya yang sukses.

technology

Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang terkemuka di bidang industrinya masing-masing, mengelola showroom dan museum yang memamerkan teknologi mutakhir. Museum-museum ini terbuka untuk umum (banyak yang bebas tiket masuk) untuk menyampaikan hasil terakhir penelitian dan pengembangan mereka kepada konsumen pada umumnya. Fasilitas-fasilitas ini mirip seperti fasilitas hiburan mewah, karena atraksi dan pamerannya dirancang dengan cemerlang agar para pengunjung dapat mempelajari teknologi paling mutakhir dengan cara yang artistik, menyenangkan, dan mudah dimengerti.

Selain itu, banyak subkultur di Jepang yang sangat berkembang. Contohnya, animasi, gambar “manga,” dan permainan TV yang telah menarik perhatian banyak penggemar di seluruh dunia. Jepang mungkin menjadi negeri dengan warisan budaya dan tradisi yang luar biasa, namun budaya kontemporernya pun dapat menggugah minat sekaligus memuaskan rasa keingintahuan Anda.

  • MEGA WEB “Lihat, naiki dan rasakan mobilnya” .... MEGA WEB Toyota memberikan lingkungan bernuansa tempat hiburan yang luar biasa. Tempat ini terdiri dari 3 paviliun – dengan 2 atraksi mengendarai mobil.
  • NTT Inter-communication Center atau ICC Dengan “komunikasi” sebagai tema utama, ICC menawarkan berbagai atraksi menarik termasuk pameran seni media yang berbasis teknologi elektronik terdepan.
  • ASIMO Robot humanoid (dapat meniru gerakan manusia) ini menggunakan teknologi mutakhir. Ia bekerja sebagai seorang interpreter atau penerjemah, berdampingan dengan staff manusia di Japan’s National Museum of Emerging Science and Innovation (Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Baru dan Inovasi Jepang).